Clear and Clean Status

Sebagaimana kita ketahui baik Pertambangan Mineral Dan Batubara Pemerintah sedang menggalakan Status C and C. Apa sanksinya bila Pertambangan yang dikenal IUP (Izin Usaha Pertambangan) baik IUP Eksplorasi atau IUP Operasi Produksi tidak memiliki Status CNC dari Kementrian ESDM?

1. Aspek Bisnis TO atau JOA di Pertambangan Mineral Dan Batubara

Ketika Pemilik IUP ingin bekerjasama dengan pihak lain (joint operation) biasanya karena kekurangan modal atau ingin menjual atau Take Over tentunya calon partner atau investor akan melakukan due diligence baik potensi bisnis (deposit dan kualitas tambang) tentunya yang dilihat kemudian adalah dari segi legalitasnya. Bahkan kini Aspek legalitasnya IUP didahulukan dibandingkan pertimbangan yang lain.

Cara mudah bagi calon partner atau calon investor mengecek legalitasnya adalah ke Ditjen Minerba KESDM apakah IUP yang dimaksud sudah diumumkan atau belum? Apalagi apakah sudah mendapat Sertifikat CNC?.

Karena CNC adalah hasil sinkronisasi antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah dengan meneliti 2 hal :

1. Apakah IUP bertumpang tindih dengan Pemilik IUP lain?

2. Apakah proses keluar ya sudah sesuai dengan Peraturan Per-undang-undangan yang berlaku?

Apabila ini sudah diumumkan tentunya lebih meyakinkan bagi calon partner atau investor apalagi bagi Pemilik IUP.

2. Ketentuan Ekspor Mineral yang baru

Bagi Pemilik IUP Operasi Produksi di bidang pertambangan mineral bukan Batubara saat- saat ini adalah saat yang masih membingungkan karena begitu banyaknya persyaratan untuk mengekspor raw material atau ore mineral sejak keluarnya :

1. Permen ESDM 7 Tahun 2012 yang di revisi dengan Permen ESDM No. 11 Tahun 2012

2. Permendag  No. 29/M-Dag/Per/5/2012 tentang Ketentuan Produk Pertambangan

3. Permenkeu No. 75/PMK.011/2012 tentang Penetapan Barang Ekspor yg dikenakan Bea Keluar dan Tarif Bea Keluar

Intinya para Pemilik IUP atau Pemilik Izin lainnya yang mengekspor harus memenuhi Ketentuan-Ketentuan baru di atas. Selain harus membayar ketentuan Bea Keluar 20 Persen, Eksportir harus memiliki ETPP (Eksportir Terdaftar Produk Pertambangan). Dan untuk mendapatkan ETPP ada beberapa persyaratan terutama adalah Status CNC.

Sampai saat ini tidak ada ketentuan Saksi bila tidak memiliki CNC selain hanya untuk 2 kepentingan di atas.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s