Angka Pengenal Impor

Jakarta, Pada 1 Mei 2012, Kementerian Perdagangan menerbitkan Permendag No. 27/M‐DAG/PER/5/2012 tentang Ketentuan Angka Pengenal Importir (API). “Ketentuan yang mulai berlaku pada 2 Mei 2012 tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengawasan terhadap pelaku impor, mendorong pengembangan industri dalam negeri, meningkatkan keadilan (fairness) di antara pelaku impor, serta meningkatkan kredibilitas dari para pelaku impor,”jelas Wakil Menteri Perdagangan RI, Bayu Krisnamurthi, hari ini, Kamis (3/5), di Auditorium Kemendag.

Dalam ketentuan tersebut, sebuah perusahaan hanya dapat memiliki satu Angka Pengenal Importir (API). Kemudian, perusahaan pemegang API‐U hanya dapat mengimpor kelompok barang yang tercakup dalam satu bagian (section) pada Sistem Klasifikasi Barang yang diatur dalam perundangundangan dengan tujuan untuk diperdagangkan.

Sementara itu, Angka Pengenal Importir Produsen (API‐P) diberikan kepada perusahaan yang melakukan impor barang untuk dipergunakan sendiri sebagai barang modal, bahan baku, bahan penolong, dan/atau bahan untuk mendukung proses produksi, dan barang tersebut dilarang untuk diperdagangkan atau dipindahtangankan kepada pihak lain.

Wamendag mengatakan bahwa perusahaan pemegang API‐P juga diperbolehkan mengimpor barang industri tertentu dalam rangka mengembangkan usaha dan investasinya. Barang industri

tertentu yang diimpor tersebut dapat diperdagangkan dan/atau dipindahtangankan selama untuk tujuan tes pasar dan sebagai barang pelengkap/komplementer.

Adapun kriteria barang industri tertentu yang dapat diimpor adalah barang yang belum dapat diproduksi oleh perusahaan pemilik API‐P, serta harus sesuai dengan izin usaha di bidang industri atau izin usaha lain yang sejenis yang dimiliki oleh perusahaan pemilik API‐P. Untuk memenuhi kebutuhan barang komplementer, barang jadi yang diimpor bahkan harus dihasilkan oleh perusahaan luar negeri yang mempunyai hubungan istimewa dengan perusahaan pemilik API‐P.

Impor barang industri tertentu hanya dapat dilakukan oleh perusahaan pemilik API‐P yang telah ditetapkan sebagai Produsen Importir (PI) melalui rekomendasi dari instansi teknis pembina di tingkat pusat. Dalam hal ini, instansi teknis juga akan menentukan jumlah dan jangka waktu impor yang diberikan kepada produsen.

“Pada saat Permendag 27/2012 ini berlaku, maka Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 134/MPP/Kep/6/1996 tentang Kegiatan Impor dan Perdagangan Dalam Negeri Barang Komplementer oleh Perusahaan Asing di Bidang Produksi dan Permendag Nomor 45/MDAG/ PER/9/2009 tentang Angka Pengenal Importir (API) yang telah diubah beberapa kali terakhir dicabut dan dinyatakan tidak berlaku,” tegas Wamendag.

API‐U dan API‐P yang telah diterbitkan berdasarkan Permendag 45/2009 sebagaimana telah diubah beberapa kali, dan terakhir diubah dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20/MDAG/ PER/7/2011, wajib disesuaikan dengan Permendag 27/2012 ini paling lambat tanggal 31 Desember 2012. Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal 2 Mei 2012.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s